Arti alay, pengertian alay,
defini alay menurut para ahli – Setelah dulu posting artikel mengenai ciri-ciri
alay dan tingkatan-tingkatan alay melalui tulisan, kali ini saya akan membahas
pengertian alay. Apa itu Alay? Ada yang bilang Alay adalah singkatan dari “anak
layangan”, yang diartikan sebagai anak kampung, kampungan atau norak. Sebagian
lain menyebutnya “anak lebay” yang suka berlebihan dan sok eksis.
Itu adalah pandangan orang kebanyakan mengenai alay. Lalu bagaimana definisi alay menurut ahli psikologi.
berikut adalah pengertian alay menurut beberapa ahli :
Koentjara Ningrat:
"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"
Selo Soemaridjan:
"Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu."
Itu adalah pandangan orang kebanyakan mengenai alay. Lalu bagaimana definisi alay menurut ahli psikologi.
berikut adalah pengertian alay menurut beberapa ahli :
Koentjara Ningrat:
"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"
Selo Soemaridjan:
"Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu."
Bahasa
Alay merupakan bahasa sandi yang hanya berlaku dalam komunitas Alay.Fenomena
bahasa alay menjadi menarik, karena tidak semua orang mau menerima bahasa Alay
ini. Bahasa Alay sering digunakan oleh komunitas tersebut dalam SMS, atau
status di Facebook dan Twitter. Entah karena banyaknya orang yang memakai
tulisan alay sehingga berdampak banyak orang yang merasa terganggu sampai-sampai
muncul grup antialay di Facebook.
Apakah
penggunaan bahasa Alay mempunyai pengaruh terhadap bahasa Indonesia? Dan
bagaimana cara masyarakat menaggapi hal tersebut?. Menurut Sahala, penggunaan
bahasa sandi itu akan menjadi masalah jika digunakan dalam komunikasi massa
karena lambang-lambang yang mereka pakai tidak dapat dipahami oleh segenap
khalayak, media massa atau dipakai dalam komunikasi formal secara tertulis.
Karena
remaja sekarang sering menggunakan bahasa Alay dalam berkomunikasi baik secara
lisan maupun tulisan, menyebabkan para remaja menjadi sulit menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Banyak dari mereka yang lancar dalam penggunaan
bahasa Alay, tetapi sangat kesulitan dalam berbahasa Indonesia.
Masyarakat
berlain pendapat dalam menghadapi hal tersebut, ada yang menerima bahasa
tersebut ada juga yang merasa terganggu. Bagi mereka yang menerima bahasa Alay
beralasan karena mereka menganggap itu merupakan kreativitas. Jadi, biarkan
saja kaum muda itu menggunakan bahasa sandi mereka sendiri yang ditujukan
kepada komunitas mereka sendiri saja.
Sedangkan
bagi masyarakat lain yang merasa terganggu dengan bahasa Alay, menganggap
bahasa Alay sangat sulit dipahami demikian juga penulisan dengan huruf alay
sangat menyulitkan bagi beberapa orang untuk membacanya.
Bagaimana
ciri-ciri bahasa yang dikategorikan dalam bahasa bentuk Alay? Apa dampak
positif (negatif) yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa Alay tersebut?. Dari
data yang penulis dapat ciri-ciri bahasa Alay, antara lain:
1. Menggunakan angka
untuk menggantikan huruf. Contoh: “t3m4n, b350k k1t4 p3r91 yuuk”.
2. Kapitalisasi yang
sangat berantakkan. Contoh:”tEmAn, bEsOk kItA pErGi YuUuK”.
3. Menambahkan “x” atau
“z” pada akhiran kata atau mengganti beberapa huruf seperti “s” dengan dua huruf
tersebut dan menyelipkan huruf-huruf yang tidak perlu serta merusak EYD atau
setidaknya bahasa yang masih bisa dibaca. Mengganti huruf “s” dengan “c”
sehingga seperti balita berbicara. Contoh: “nanti Aq xmx kamyu deeech”, “xory
ya, becok aQ gx bica ikut”.
Contoh-contoh
yang telah disebutkan di atas baru sedikit, ini artinya masih banyak lagi
kata-kata yang termaksud di dalamnya. Penggunaan bahasa Alay memiliki dampak
yang positif dan negatife. Dampak positif dengan digunakannya bahasa Alay
adalah remaja menjadi lebih creative. Terlepas dari menganggu atau tidaknya
bahasa Alay ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi
bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat
dan komunikan yang tepat juga.
Sedangkan
dampak negatifnya adalah penggunaan bahasa Alay dapat mempersulit penggunanya
untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal di sekolah atau di
tempat kerja, kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan
benar. Tidak mungkin jika pekerjaan rumah, ulangan atau tugas sekolah
dikerjakan dengan menggunakan bahasa Alay. Karena, bahasa Alay tidak masuk ke
dalam tatanan bahasa akademis. Begitu juga di kantor, laporan yang kita buat
tidak diperkanakan menggunakan bahasa Alay. Jadi, ketika situasi kita dalam
situasi yang formal jangan menggunakan bahasa Alay sebagai komunikasi.
Dampak
negatif lainnya, bahasa Alay dapat mengganggu siapapun yang membaca dan
mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang
mengerti akan maksud dari kata-kata Alay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk
tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk
memahaminya.
Dengan
dibiasakannya diri seseorang untuk menggunakan bahasa Alay, maka dapat
menyulitkan dirinya sendiri. Bisa dibuktikan dengan tingkat kelulusan SMA tahun
ini. Banyak siswa-siswi SMA yang tidak lulus. Bahkan ada beberapa sekolah yang
siswanya tidak lulus semuanya. Penyebab terjadinya di antaranya karena,
keengganan mereka untuk membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia. Mereka
lebih senang menggunakan bahasa Alay, karena lebih mudah dan merupakan bahasa
yang lagi musim saat ini. Mereka gengsi atau malu jika mereka tidak menggunakan
bahasa tersebut.
Beberapa
Contoh Bahasa Alay :
Gue : W, Wa, Q, Qu, G
Lo : U
Rumah : Humz, Hozz
Aja : Ja, Ajj
Yang : Iank/Iang, Eank/Eang
Boleh : Leh
Baru : Ru
Ya/Iya : Yupz, Ia, Iupz
Kok : KoQ, KuQ, Kog, Kug
Nih : Niyh, Niech, Nieyh
Tuh : Tuwh, Tuch
Deh : Dech, Deyh
Belum : Lom, Lum
Cape : Cppe, Cpeg
Kan : Khan, Kant, Kanz
Manis : Maniezt, Manies
Cakep : Ckepp
Keren : Krenz, Krent
Kurang : Krang, Krank
Tau : Taw, Tawh, Tw
Bokep : Bokebb
Dulu : Duluw
Chat : C8
Tempat : T4
Sempat : S4
Telepon : Tilp
Ini : Iniyh, Nc
Lo : U
Rumah : Humz, Hozz
Aja : Ja, Ajj
Yang : Iank/Iang, Eank/Eang
Boleh : Leh
Baru : Ru
Ya/Iya : Yupz, Ia, Iupz
Kok : KoQ, KuQ, Kog, Kug
Nih : Niyh, Niech, Nieyh
Tuh : Tuwh, Tuch
Deh : Dech, Deyh
Belum : Lom, Lum
Cape : Cppe, Cpeg
Kan : Khan, Kant, Kanz
Manis : Maniezt, Manies
Cakep : Ckepp
Keren : Krenz, Krent
Kurang : Krang, Krank
Tau : Taw, Tawh, Tw
Bokep : Bokebb
Dulu : Duluw
Chat : C8
Tempat : T4
Sempat : S4
Telepon : Tilp
Ini : Iniyh, Nc
Tata
bahasa Indonesia pada saat ini sudah banyak mengalami perubahan. Masyarakat
Indonesia khususnya para remaja, sudah banyak kesulitan dalam berkomunikasi
dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perubahan tersebut
terjadi dikarenakan adanya penggunaan bahasa baru yang mereka anggap sebagai
kreativitas. Jika mereka tidak menggunakannya, mereka takut dibilang
ketinggalan zaman atau tidak gaul. Salah satu dari penyimpangan bahasa tersebut
diantaranya adalah digunakannya bahasa Alay.
Bahasa
Alay secara langsung maupun tidak telah mengubah masyarakat Indonesia untuk
tidak mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sebaiknya bahasa
Alay dipergunakan pada situasi yang tidak formal seperti ketika kita sedang
berbicara dengan teman. Atau pada komunitas yang mengerti dengan sandi bahasa
Alay tersebut. Kita boleh menggunakannya, akan tetapi jangan sampai
menghilangkan budaya berbahasa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar