Selasa, 09 Oktober 2012

Menengok Bahasa Alay




Arti alay, pengertian alay, defini alay menurut para ahli – Setelah dulu posting artikel mengenai ciri-ciri alay dan tingkatan-tingkatan alay melalui tulisan, kali ini saya akan membahas pengertian alay. Apa itu Alay? Ada yang bilang Alay adalah singkatan dari “anak layangan”, yang diartikan sebagai anak kampung, kampungan atau norak. Sebagian lain menyebutnya “anak lebay” yang suka berlebihan dan sok eksis.

            Itu adalah pandangan orang kebanyakan mengenai alay. Lalu bagaimana definisi alay menurut ahli psikologi.

berikut adalah pengertian alay menurut beberapa ahli :

Koentjara Ningrat:
                "Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"

Selo Soemaridjan:
                "Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu."

Bahasa Alay merupakan bahasa sandi yang hanya berlaku dalam komunitas Alay.Fenomena bahasa alay menjadi menarik, karena tidak semua orang mau menerima bahasa Alay ini. Bahasa Alay sering digunakan oleh komunitas tersebut dalam SMS, atau status di Facebook dan Twitter. Entah karena banyaknya orang yang memakai tulisan alay sehingga berdampak banyak orang yang merasa terganggu sampai-sampai muncul grup antialay di Facebook.
Apakah penggunaan bahasa Alay mempunyai pengaruh terhadap bahasa Indonesia? Dan bagaimana cara masyarakat menaggapi hal tersebut?. Menurut Sahala, penggunaan bahasa sandi itu akan menjadi masalah jika digunakan dalam komunikasi massa karena lambang-lambang yang mereka pakai tidak dapat dipahami oleh segenap khalayak, media massa atau dipakai dalam komunikasi formal secara tertulis.
Karena remaja sekarang sering menggunakan bahasa Alay dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan, menyebabkan para remaja menjadi sulit menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Banyak dari mereka yang lancar dalam penggunaan bahasa Alay, tetapi sangat kesulitan dalam berbahasa Indonesia.
Masyarakat berlain pendapat dalam menghadapi hal tersebut, ada yang menerima bahasa tersebut ada juga yang merasa terganggu. Bagi mereka yang menerima bahasa Alay beralasan karena mereka menganggap itu merupakan kreativitas. Jadi, biarkan saja kaum muda itu menggunakan bahasa sandi mereka sendiri yang ditujukan kepada komunitas mereka sendiri saja.

Sedangkan bagi masyarakat lain yang merasa terganggu dengan bahasa Alay, menganggap bahasa Alay sangat sulit dipahami demikian juga penulisan dengan huruf alay sangat menyulitkan bagi beberapa orang untuk membacanya.
Bagaimana ciri-ciri bahasa yang dikategorikan dalam bahasa bentuk Alay? Apa dampak positif (negatif) yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa Alay tersebut?. Dari data yang penulis dapat ciri-ciri bahasa Alay, antara lain:
1. Menggunakan angka untuk menggantikan huruf. Contoh: “t3m4n, b350k k1t4 p3r91 yuuk”.
2. Kapitalisasi yang sangat berantakkan. Contoh:”tEmAn, bEsOk kItA pErGi YuUuK”.
3. Menambahkan “x” atau “z” pada akhiran kata atau mengganti beberapa huruf seperti “s” dengan dua huruf tersebut dan menyelipkan huruf-huruf yang tidak perlu serta merusak EYD atau setidaknya bahasa yang masih bisa dibaca. Mengganti huruf “s” dengan “c” sehingga seperti balita berbicara. Contoh: “nanti Aq xmx kamyu deeech”, “xory ya, becok aQ gx bica ikut”.

Contoh-contoh yang telah disebutkan di atas baru sedikit, ini artinya masih banyak lagi kata-kata yang termaksud di dalamnya. Penggunaan bahasa Alay memiliki dampak yang positif dan negatife. Dampak positif dengan digunakannya bahasa Alay adalah remaja menjadi lebih creative. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa Alay ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.

Sedangkan dampak negatifnya adalah penggunaan bahasa Alay dapat mempersulit penggunanya untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal di sekolah atau di tempat kerja, kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar. Tidak mungkin jika pekerjaan rumah, ulangan atau tugas sekolah dikerjakan dengan menggunakan bahasa Alay. Karena, bahasa Alay tidak masuk ke dalam tatanan bahasa akademis. Begitu juga di kantor, laporan yang kita buat tidak diperkanakan menggunakan bahasa Alay. Jadi, ketika situasi kita dalam situasi yang formal jangan menggunakan bahasa Alay sebagai komunikasi.

Dampak negatif lainnya, bahasa Alay dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata Alay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya.

Dengan dibiasakannya diri seseorang untuk menggunakan bahasa Alay, maka dapat menyulitkan dirinya sendiri. Bisa dibuktikan dengan tingkat kelulusan SMA tahun ini. Banyak siswa-siswi SMA yang tidak lulus. Bahkan ada beberapa sekolah yang siswanya tidak lulus semuanya. Penyebab terjadinya di antaranya karena, keengganan mereka untuk membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia. Mereka lebih senang menggunakan bahasa Alay, karena lebih mudah dan merupakan bahasa yang lagi musim saat ini. Mereka gengsi atau malu jika mereka tidak menggunakan bahasa tersebut.

Beberapa Contoh Bahasa Alay :

Gue : W, Wa, Q, Qu, G
Lo : U
Rumah : Humz, Hozz
Aja : Ja, Ajj
Yang : Iank/Iang, Eank/Eang
Boleh : Leh
Baru : Ru
Ya/Iya : Yupz, Ia, Iupz
Kok : KoQ, KuQ, Kog, Kug
Nih : Niyh, Niech, Nieyh
Tuh : Tuwh, Tuch
Deh : Dech, Deyh
Belum : Lom, Lum
Cape : Cppe, Cpeg
Kan : Khan, Kant, Kanz
Manis : Maniezt, Manies
Cakep : Ckepp
Keren : Krenz, Krent
Kurang : Krang, Krank
Tau : Taw, Tawh, Tw
Bokep : Bokebb
Dulu : Duluw
Chat : C8
Tempat : T4
Sempat : S4
Telepon : Tilp
Ini : Iniyh, Nc


Tata bahasa Indonesia pada saat ini sudah banyak mengalami perubahan. Masyarakat Indonesia khususnya para remaja, sudah banyak kesulitan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya penggunaan bahasa baru yang mereka anggap sebagai kreativitas. Jika mereka tidak menggunakannya, mereka takut dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Salah satu dari penyimpangan bahasa tersebut diantaranya adalah digunakannya bahasa Alay.

Bahasa Alay secara langsung maupun tidak telah mengubah masyarakat Indonesia untuk tidak mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sebaiknya bahasa Alay dipergunakan pada situasi yang tidak formal seperti ketika kita sedang berbicara dengan teman. Atau pada komunitas yang mengerti dengan sandi bahasa Alay tersebut. Kita boleh menggunakannya, akan tetapi jangan sampai menghilangkan budaya berbahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia dalam Ikrar Generasi Muda

Tinggal di negara kepulauan terbesar di dunia dengan beraneka ragam suku, budaya juga bahasa daerah menjadikan kita patut berbangga sebagai warga negara Indonesia. Tak terkecuali bangga memiliki bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia. Ya, bahasa yang membuat para pejuang muda berikrar pada 84 tahun silam.

"....Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia...."

Demikian bunyi poin ketiga Sumpah Pemuda, yang sering kita ucapkan sewaktu sekolah setiap upacara peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Lantas, apakah pemuda masa kini benar-benar bersumpah menjunjung bahasa Indonesia atau hanya sebatas mengakui sebagai bahasa negara? Fakta-fakta berikut mungkin cukup menjawab pertanyaan tadi:


  • Beberapa tahun terakhir data hasil ujian nasional (UN) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan penurunan. Tahun ini saja, dari 7.579 siswa SMA yang tidak lulus mayoritas gagal pada ujian Bahasa Indonesia.
  • Sejumlah perguruan tinggi kekurangan mahasiswa jurusan bahasa Indonesia, bahkan ada yang terancam ditutup. Ini karena bahasa Indonesia semakin tidak difavoritkan.
  • Bahasa Indonesia di beberapa sekolah di daerah diajarkan oleh guru di luar bidang studi rumpun bahasa, diantaranya bidang hukum, agama, olahraga, sejarah bahkan matematika.
  • Jumlah siswa di banyak tempat kursus bahasa Inggris yang terus meningkat menunjukkan minat mempelajari bahasa asing lebih tinggi dibandingkan bahasa Indonesia.
  • Banyak media massa yang tidak menjadi teladan dan pelopor dalam penggunaan bahasa Indonesia. Ini terlilhat dari ketidakseragaman istilah dan kosa kata yang digunakan.
  • Dan masih banyak fakta lainnya.

Ironis memang, bahasa Indonesia semakin memprihatinkan di negeri sendiri. Sebaliknya, banyak negara lain yang justru penduduknya semakin meminati bahasa Indonesia. Pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia tahun 2010 disebutkan bahwa ada 45 negara yang menjalani pengajaran bahasa Indonesia. Bahkan di Australia, bahasa Indonesia menjadi bahasa keempat populer dan telah diajarkan di sekitar 500 sekolah.

Sebagai warga negara yang baik, tentu kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia semestinya tidak kalah dengan warga negara asing. Belajar bahasa Indonesia bukan berarti melupakan kita akan bahasa daerah dan juga tak membatasi kita mempelajari bahasa asing. Namun, apresiasi kita terhadap bahasa persatuan ini tentulah harus ditingkatkan dalam keseharian.

Terlebih generasi muda yang memegang peran penting dalam melestarikan bahasa Indonesia, banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan cara-cara berikut ini:

  • Memperluas pengetahuan tentang sejarah bahasa Indonesia hingga perkembangannya.
  • Meningkatkan minat membaca. Dengan membaca buku berbahasa Indonesia, pengetahuan tentang istilah baru atau penggunaan kosa kata yang tepat semakin bertambah.
  • Mengikuti perlombaan, seminar, pelatihan atau acara apapun yang bertujuan memajukan bahasa Indonesia.
  • Mengedepankan bahasa Indonesia yang baik sebagai percakapan sehari-hari, bukan malah membanggakan bahasa gaul.
  • Aktif menulis di forum-forum dengan memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Turut serta dalam mengenalkan bahasa Indonesia kepada dunia. Langkah sederhananya bisa dimulai dengan memakai bahasa baku dalam berbagi informasi maupun berinteraksi di jejaring sosial.

Tentu masih banyak lagi cara lainnya yang tetap kreatif dan tidak menjenuhkan dalam mempelajari bahasa Indonesia. Jangan mengingkari ikrar yang pernah terucap, mari bangkitkan jiwa muda kita untuk tak sebatas mengatakan “Aku Cinta Bahasa Indonesia”.

opini : Menurut saya, kita sebagai generasi muda dalam menggunakan bahasa indonesia yang baik sangat kurang. Karena setiap hari kita menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa gaul. Bahasa indonesia ini harus kita lestarikan untuk Indonesia kedepannya. Ada beberapa cara untuk melestarikannya maka jadilah generasi muda yang cinta akan Bahasa Indonesia.

sumber: http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/12/bahasa-indonesia-dalam-ikrar-generasi-muda/ 

Senin, 08 Oktober 2012

GUDEG JOGJA

Resep Masakan Gudeg Jogja

Bahan Masakan :
-  3 kaleng nangka muda (young jack fruit)
-  1 kaleng santan
-  800 ml air teh
-  telur rebus secukupnya (ngrebusnya jangan kelamaan, asal padat aja), kuliti
-  tahu putih/tahu kulit (sesuai selera)
-  125 gram gula merah, disisir kasar
-  1 sdm minyak goreng
-  daun salam secukupnya

Bumbu Yang Dihaluskan :
-  6 bawang putih
-  1/2 red onion
-  2 sdt ketumbah
-  3/4 sdt jintan
-  1 sdm garam
-  lengkuas secukupnya
-  1 batang sereh (ambil bagian putihnya)
Sambal Terasi :
-  cabe merah/cabe rawit/cabe kering (tapi direbus dulu) secukupnya
-  garam secukupnya
-  terasi secukupnya
-  gula merah secukupnya
-  tomat secukupnya (digoreng dulu)
Cara Memasak Gudeg Jogja :
1.Nangka disaring dan dicuci bersih, soalnya air pengawetnya bikin rasa asam.
2. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan gula jawa dan daun salam.
3. Masukkan nangka dan telur rebus, aduk sampai tercampur rata dengan bumbu.
4. Tambahkan santan dan air teh sampai semua nangka dan telur terendam.
5. Tutup panci dan masak dengan api kecil.Jangan sering dibuka, cukup 1/2 jam sekali.
6. Kalo sudah cukup lama coba diicipi sudah sesuai selera apa belum.
7. Masukkan tahu saat air tinggal setengahnya, agar tahu tidak terlalu keras.
8. Masak sampai airnya tinggal sedikit/hampir kering.
9. Siap dihidangkan dan disantap dengan nasi putih hangat dan sambel terasi, atau bisa juga bersama daging empal atau ayam sebagai lauk tambahannya.


Gudeg bagi sebagian orang asli Yogyakarta, yang lahir sebelum era kemerdekaan, seperti Mbah Pawiro Wiyono (75 tahun), petani buta huruf warga Desa Tlogoadi Kecamatan Mlati merupakan lauk pauk yang sudah dikenalnya sejak kecil. Nasi gudeg, demikian ia menyebut makanan tradisional masyarakat Yogyakarta yang terus eksis hingga sekarang. Mbah Pawiro menyebut gudeg sebagai makanan dari gori (nangka muda) yang rasanya manis tapi gurih, karena tambahan bumbu arehnya (santan kental) dan ampas minyak kelapa (klendo) yang lezat. Ditambah lauk pauk lainnya seperti tahu, sambal krecek dan daging ayam. Artinya, lelaki tua ini hanya mengenal gudeg basah. Kalau begitu, kapan orang Yogya mengenal gudeg kering yang relatif lebih awet dan tahan lama?
Gudeg, bukan berasal dari dalam lingkungan Kraton Yogyakarta. Namun merupakan makanan tradisional masyarakat. Gori atau nangka muda, adalah bahan baku utama gudeg yang lebih umum dikenal. Sebab di masa lalu, bahan baku ini sangat mudah diperoleh di kebun-kebun milik masyarakat Yogyakarta. “Walaupun ada pula bahan lainnya seperti manggar (pondoh kelapa), karena dulu batang pohon kelapa kerap dijadikan bahan bangunan dan jumlahnya banyak, tidak seperti sekarang. Selain itu ada pula gudeg dari rebung (anakan pohon bambu), tapi yang ini sekarang amat langka dibuat gudeg. Di jaman dulu orang Yogya hanya mengenal satu jenis gudeg, yakni gudeg basah. Gudeg kering dikenal setelahnya, sekitar 57-an tahun dari saat sekarang ini. Hal ini setelah orang-orang dari luar Yogya mulai membawanya sebagai oleh-oleh.
Keuntungannya, gudeg pun tumbuh sebagai home industry makanan tradisional di Yogya.ketika kami membahas kemungkinan makanan ini merupakan bekal berperang bagi pasukan Sultan Agung saat menyerbu Batavia, ternyata juga tidak tepat dianggap demikian. Apalagi tak ditemukan adanya literatur yang menyebutkan hal ini. Seperti disebut di bagian awal, di masa lalu orang Yogya belum mengenal gudeg kering yang biasa ditaruh di besek atau kendil, serta awet dibawa ke luar kota. “Pada penyerbuan pertama ke Batavia di tahun 1726-1728, pasukan Sultan Agung kalah. Setelah dibahas bersama para penasihat dan panglima perangnya, kekalahan pasukannya karena banyak yang mati dan lelah akibat kelaparan. Kesimpulannya, pasukan mereka butuh beras untuk tetap kuat sampai ke Batavia, ketika menceritakan kembali penyerbuan itu, berdasarkan literatur yang dibacanya. Lalu akhirnya pada penyerbuan pasukan Sultan Agung yang kedua kalinya, dibuatlah daerah-daerah logistik di kawasan Pantura. Dari sinilah muncul wilayah yang disebut Batang, Brebes, Bumiayu dan lainnya, yang menjadi lumbung beras bagi pasukannya. “Soal lauk pauknya apa, ya apa yang dapat dimasak di daerah logistik tersebut. Tidak harus gudeg, apalagi belum ada gudeg kering. Selain itu berdasarkan informasi dari abdi dalem Kraton Yogyakarta yang sudah sepuh, menu gudeg tidak berasal dari dalam istana. Tidak seperti stup jagung, yang memang dari istana karena menjadi klangenan salah satu sultan,” lanjut Herman. Tentu saja penuturan ini bukanlah sebuah akhir dari suatu diskusi tentang sejarah gudeg. Sebab siapa tahu, ada yang dapat menjelaskan lebih baik lagi. Misalnya, mengapa di dekat lingkungan Kraton Yogyakarta (kawasan Benteng di Jln. Wijilan) ada banyak penjual gudeg? Apa kaitannya dengan kraton?
Sekarang penjual gudeg banyak tersebar diseluruh wilayah Indonesia tidak hanya di daerah Yogyakarta yang menjual gudeg. Maka dari itu, kita harus melestarikan makanan tradisional Indonesia, agar tidak diklaim oleh negara lain.

E-Bussines



Pengertian E-Bussines
Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

MANFAAT E-BUSINESS BAGI PERUSAHAAN, CUSTOMER, DAN MASYARAKAT
Bagi Perusahaan
• Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.
• Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses informasi berbasis kertas (paperbased information).
• Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.
Contohnya: www.dogtoys.com, www.cattoys.com, dan www.pawprintbooks.com
• Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi manajemen rantai nilai bertipe “pull”, yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan pemanufakturan just-intime (JIT).
• Memungkinkan perusahaan untuk menerapkan mass customization terhadap produk dan jasanya.
• Menekan waktu antara pembayaran dan penerimaan produk/jasa.
• Meningkatkan produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.
• Menekan biaya telekomunikasi.
• Manfaat-manfaat lainnya, seperti citra yang lebih baik, layanan pelanggan yang lebih bagus, proses yang lebih sederhana, mitra bisnis yang baru, waktu siklus dan pengiriman yang lebih singkat, akses terhadap informasi yang lebih luas, biaya transportasi yang lebih murah, dan fleksibilitas yang lebih tinggi.
• Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerja sama dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara kompetitif, sehingga kontrol kualitas, harga, dan kecepatan penciptaan sebuah roduk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktorfaktor luar yang tidak berada di dalam kontrol perusahaan

Bagi Customer
• Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (24 jam sehari) dan dari hampir semua lokasi.
• Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan.
• Memungkinkan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih murah, karena konsumen bias berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
• Dalam beberapa kasus, terutama produk yang terdigitalisasi, e-business memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-time.
• Memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam lelang virtual.
• Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam electronic communities dan saling bertukar gagasan serta pengalaman.
• Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada diskon substansial bagi pelanggan.

Bagi Masyarakat Luas
• Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang bepergian untuk berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.
• Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga bias terjangkau oleh orang yang kurang mampu.
• Memungkinkan masyarakat di negara berkembang dan kawasan pedalaman menikmati produk dan jasa yang relatif langka di tempat tinggalnya, termasuk di dalamnya belajar jarak jauh lewat euniversity.
• Memfasilitasi penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi layanan social pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.


Kelebihan dan Kekurangan E-Bussines
Kelebihan E-business
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan dan tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach).
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Memperpendek waktu produksi.
7. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)
Kekurangan  E-Businnes
1. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
2. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam atau jaringan yang tidak berfungsi.
3. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan pembobolan sebuah sistem perbankan oleh hacker, kemudian memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, dan kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.








Contoh Web E-Business dan pengaplikasiannya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq85nx703wnBbVw1_sVhkWr_CQNeWC02zdWfMeScbE7cD1W90c-dK6A0ZaxxM0U0poFVe5_KwMBrnifq4_3skcuaVMts5QsGMsSMC1v_yEhNziiAP4iZxuwdFNmJBO_kvE4VMnOh7A7_g/s640/bisnis.JPG 
E-Business
E-Business / E-Bisnis adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk mendukung aktifitas bisnis. Oleh karena itu E-bisnis memfokuskan penggunaan ICT untuk memungkinkan aktifitas-aktifitas eksternal dan hubungan-hubungan bisnis dengan individu, kelompok atau bisnis lain. 

Macam-macam E-Business
  • business-to-business (B2B)
  • business-to-consumer (B2C)
  • business-to-employee (B2E)
  • business-to-government (B2G)
  • government-to-business (G2B)
  • government-to-government (G2G)
  • government-to-citizen (G2C)
  • consumer-to-consumer (C2C)
  • consumer-to-business (C2B)
 Business-to-Business (B2B)
  • Transaksi yang dilakukan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain dalam rantai pasokannya. 
Contoh : Sebuah pabrik mobil membuat beberapa transaksi B2B, seperti membeli ban, kaca, dan komponen-komponen mobil yang lain.


Business-to-Consumer (B2C)
  • Aktifitas layanan bisnis kepada konsumen terhadap produk atau layanan. 
Transaksi pembelian sepasang sepatu dari pengecer


Business-to-Employee (B2E)
  • E-Commerce yang digunakan pada jaringan bisnis internal yang memungkinkan sebuah perusahaan menyediakan produk atau layanan pada pekerja-pekerjanya.    
  • Contoh :
    • Manajemen kebijakan asuransi online
    • Permintaan pasokan online
    • Penawaran khusus pekerja
    • Manajemen SDM online.
website diatas adalah website bisnis tentang music yang menjual berbagai macam RBT & MP3 dari berbagai artis produser dan juga album dan termasuk kedalam kategori website business to consumer.

Rabu, 03 Oktober 2012

PRINSIP USABILITY



Prinsip Usability adalah prinsip penggunaan dari sebuah sistem oleh sistem lain yang lebih kompleks. Sistem yang baik akan dipergunakan secara maksimal oleh pengguna sehingga semua kemampuan sistem dapat termanfaatkan.
Ada banyak cara mengukur  usability, antara lain oleh:
Sasaran usability
1. kesesuaian terhadap pekerjaan, kecocokan untuk user terlatih, kemudahan dipelajari, dan error tolerance.
2.  Efektifitas
Persentase tujuan tercapai, Cacah fitur canggih terpakai, Persentase fungsi2/fitur dipelajari, dan Persentase error
terkoreksi dengan baik
3.  Efisiensi
Waktu utk menyelesaikan tugas, Relatif efisiensi dibanding pengguna ahli, Waktu untuk mengkoreksi error
4.  Kepuasan
Skala kepuasan tercapai, Skala kepuasan dengan fitur canggih, Skala kepuasan untuk kemudahan dipelajari, Skala kepuasan
untuk penanganan error.
Prinsip Usability terbagi atas :
-          Human Abilities
-          Human Capabilities
-          Memory
-          Process
-          Observations
-          Problem Solving
1. HUMAN ABILITIES
BAIK
- Kapasitas Long Term Memory (LTM) tidak terbatas
- Durasi LTM tidak terbatas dan komplex
- Kemampuan memahami tinggi
BURUK
- Kapasitas Short Term Memory (STM) terbatas
- Durasi STM terbatas
- Akses yang tidak dapat diandalkan pada STM

2. HUMAN CAPABILITIES
Faktor manusia ini harus diperhatikan, karena dari sinilah desain yang lebih baik didapatkan.

3. MEMORI
Memori menyimpan pengetahuan faktual dan pengetahuan prosedural.
 1. Perceptual Buffer (Memori Sensor)
2. Short Term Memory (STM)
3. Intermediate.
4. Long Term Memory (LTM)

4. OBSERVASI
  • Orang lebih fokus untuk menyelesaikan masalah, tidak untuk belajar menggunakan suatu sistem secara efektif.
  • Orang menggunakan perbandingan jika tidak ada penyelesaian.
  • Orang lebih kepada heuristic daripada algorithmic

5. PENYELESAIAN MASALAH
Setelah penyimpanan di LTM, kemudian diaplikasikan
Penalaran (Reasoning) : proses pengambilan kesimpulan mengenai sesuatu atau hal baru dengan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia.



Senin, 17 September 2012

Belajar seperti kehidupan SANG ELANG!

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga
sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan.....suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi !

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan. Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah. Tentunya perubahan itu bermuarakan perbaikan.

Minggu, 16 September 2012

An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the problem Science has with God. He asked one of his new Christ


  • Professor: You are a Christian, aren’t you, son?
  • Student: Yes, sir.
  • Professor: So, you believe in God?
  • Student: Absolutely, sir.
  • Professor: Is God good?
  • Student: Sure.
  • Professor: My brother died of cancer, even though he prayed to God to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn’t. How is God good, then? Hmm?
  • (Student was silent)
  • Professor: You can’t answer, can you? Let’s start again, young fella. Is God good?
  • Student: Yes.
  • Professor: Is Satan good?
  • Student: No.
  • Professor: Where does Satan come from?
  • Student: From.. God.
  • Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?
  • Student: Yes.
  • Professor: Evil is everywhere, isn’t it? And God did make everything. Correct?
  • Student: Yes.
  • Professor: So who created evil?
  • (Student didn’t answer)
  • Professor: Is there sickness? Immortality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?
  • Student: Yes, sir.
  • Professor: So, who created them?
  • (Student had no answer)
  • Professor: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son.. have you ever seen God?
  • Student: No, sir.
  • Professor: Tell us if you have ever heard your God.
  • Student: No, sir.
  • Professor: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God, for that matter?
  • Student: No, sir. I’m afraid I haven’t.
  • Professor: Yet you still believe in Him?
  • Student: Yes.
  • Professor: According to empirical, testable, demonstrable protocol, Science says your God doesn’t exist. What do you say to that, son?
  • Student: Nothing. I only have my Faith.
  • Professor: Yes, Faith. And that is the problem Science has.
  • Student: Professor, is there such a thing as Heat?
  • Professor: Yes.
  • Student: And is there such a thing as Cold?
  • Professor: Yes.
  • Student: No, sir, there isn’t.
  • (The Lecture Theatre became very quiet with this turn of events)
  • Student: Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 Degrees below Zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of Heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.
  • (There was a pon-drop silence in the Lecture Theatre)
  • Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?
  • Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?
  • Student: You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light… But if you have No Light constantly, you have nothing and it’s called Darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, You would be able to make darkness darker, wouldn’t you?
  • Professor: So what is the point you are making, young man?
  • Student: Sir, my point is, your Philosophical Premise is flawed.
  • Professor: Flawed? Can you explain how?
  • Student: Sir, you are working on the Premise of Duality. You argue there is Life and then there is Death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life, just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?
  • Professor: If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes of course, I do.
  • Student: Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?
  • (The professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going)
  • Student: Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a Scientist but a Preacher?
  • (The class was in uproar)
  • Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?
  • (The class broke out into laughter)
  • Student: Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? .. No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable and Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures?
  • (The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable)
  • Professor: I guess you’ll have to take them on Faith, son.
  • Student: That is it, sir.. exactly! The link between man and God is Faith. That is all that keeps things alive and moving!
  • The student's name was Albert Einstein. Brilliant.