Senin, 16 April 2012

Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah

Anak ku,
Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku..
Suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatan ku berkurang..
Aku harap kamu tidak memarahiku.
Orang tua itu sensitif.. selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.
Ketika pendengaran ku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, Aku harap kamu tidak memanggilku Tuli!
Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya..
MAAF ANAK KU… Aku semakin tua..
Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantu ku bangun..
Seperti bagaimana aku selalu membantuk kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan..
Aku mohon jangan bosan dengan ku..
Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan, seperti kaset rusak.. Aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku atau bosan
mendengarkanku..
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang- ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan..
Maafkan juga bau ku.. tercium seperti orang yang sudah tua..
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi.
Tubuhku lemah..
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin, aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu..
Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu.. karena kamu tidak ingin mandi.
Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku, ketika aku selalu rewel..
Ini semua bagian dari menjadi tua, kamu akan mengerti ketika kamu tua..
Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara.. bahkan untuk beberapa menit aku selalu sendiri sepanjang waktu..
dan tidak memiliki seseorang pun untuk di ajak bicara..
AKU TAHU KAMU SIBUK DENGAN PEKERJAAN..
Bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu..
Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?
aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu..
Ketika saatnya tiba.. dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit..
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk
merawatku..
M.A.A.F.
kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan..
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk
merawatku.. selama beberapa saat terakhir dalam hidupku..
Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama..
Ketika waktu kematian ku, datang..
aku harap kamu memegang tangan ku dan
memberikan ku kekuatan untuk menghadapi
kematian..
Dan jangan khawatir.. ketika aku bertemu dengan sang pencipta..
aku akan berbisik padaNya.. untuk selalu memberikan Berkah padamu..
Karena kamu mencintai, Ibu dan Ayahmu..
Terima kasih atas segala perhatianmu, nak..
Kami mencintaimu, Nak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar