Rabu, 14 Desember 2011

jadilah Tukang Kehidupan yang baik

Alkisah, seorang tukang terbaik yang mau pensiun, diminta untuk membangun rumah sebagai bakti terakhirnya ke si Bos (Kontraktor).

Si tukang boleh memilih sesukanya semua bahan bangunan dan menentukan timnya untuk membangun rumah tsb.

Karena antuasismenya sudah hilang maka si tukang bekerja ala kadarnya yang penting cepat selesai.

Betapa kagetnya dia ternyata kunci rumah tsb oleh Bosnya diberikan kepadanya sebagai hadiah. Si tukang menyesal amat sangat karena jika tahu rumah itu nantinya untuk dia, tentu dia akan melakukan yang terbaik.

Banyak di antara kita berlaku seperti si tukang. Kita sebenarnya adalah 'tukang kehidupan'. Kita yang menentukan hidup kita akan diisi seperti apa dan mau menjadi apa diri kita.

Sayangnya banyak di antara kita yang tidak mengisi hidup dengan sebaik-baiknya sehingga di ujung kehidupan baru menyesal kenapa tidak dari dulu kita menjadi 'tukang kehidupan' yang baik.

Hidup kita bukanlah ditentukan atau disetir oleh orang lain. Tidak ada kata terlambat. Mulailah dari sekarang menjadi 'tukang kehidupan' yang baik dan bertanggung jawab terhadap kehidupan anda masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar